Apakah kecerdasan otak kanan suatu kelainan?

Kecerdasan berpikir seorang anak ada dua macam, yaitu kecerdasan otak kanan dan kecerdasan otak kiri. Kecerdasan otak kanan ialah kemampuan berpikir yang memproses kreativitas untuk berimajinasi dan berpikir tentang seni. Sementara kecerdasan otak kiri ialah kemampuan berpikir yang lebih banyak memikirkan hal-hal yang analitis dan matematis. Kecerdasan berpikir antara otak kanan dan otak kiri sangat bertolak belakang.

Anak-anak yang cenderung dominan pada otak kanan sering dikategorikan bermasalah, tidak sedikit yang menganggap bahwa standar kenormalan berpikir seorang anak didasarkan pada cara bekerjanya otak kiri. Seorang anak yang cendengung pada kecerdasan otak kanan memiliki kesulitan dalam kemapuan belajar, atau bahkan dapat juga disebut dengan penyakit Disleksia. Penyakit disleksia yaitu penyakit gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis,ataupun mengeja. Padahal anak yang dominan pada belahan otak kanan memiliki keistimewaan anatara lain, imajinasi yang tinggi, kreativitas, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisplinan, etika, empati, dan lain sebagainya. Ada beberapa ciri anak yang cenderung dengan belahan otak kanan antara lain, sulit mengikuti pelajaran di sekolah, terlambat bicara dibandingkan anak seusianya, sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata atau kalimat, cepat hafal tempat atau lokasi, lebih suka permainan dan lainnya. Sekolah merupakan tempat yang paling disalahkan. Hampir semua pembelajaran di sekolah dominan pada belahan otak kiri, karena banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran ceramah yang dianggap paling mudah, padahal setiap anak mempunyai kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Sekolah mengharuskan seorang anak untuk mencapai standar pembelajaran yang telah ditentukan. Hal ini menyebabkan banyak potensi anak yang terpendam sehingga kreativitas mereka pun hilang.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut hal yang yang dapat orang tua lakukan dalam rangka mningkatkan kualitas berpikir anak dalam belajar yaitu membaca dengan suara yang keras dihadapan anak, memberi semangat kepada anak dalam belajar membaca, batasi menonton televisi dan bermain gadget, bicara dengan anak tentang kondisinya, dan bekerjasama dengan guru disekolahdapat dilakukan dengan cara meminta kepada guru dalam metode pembelajarannya melibatkan kedua belahan otak anak seperti gambar, cerita, gerakan, diskusi, game, musik dan sebagainya.

Baca Juga  Perbandingan Teknologi Dahulu, Sekarang (Gadget)

 

Ditulis oleh:

Sabrina Sekar Ayunda

sabrinasekar31@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.