Cara Mendidik Anak Broken Home

Menjadi anak broken home  tentu bukan keinginan, namun kenyataan dan takdirlah yang membawa kita pada kenyataan. Mendengar kata broken home pasti yang terlintas dalam pikiran kita adalah anak yang akan menjadi korban dalam perpisahan kedua orangtuanya. Kita telah menyaksikan dilingkungan sekitar kita bahwa anak-anak yang menjadi korban perceraian orangtuanya adalah anak yang susah diatur, kurang perhatian, berandalan, pergaulan bebas dan hal-hal negative lainnya. Namun sebenarnya tidak semua anak korban broken home seperti itu. Masih ada anak broken home yang berprestasi yang membanggakan meskipun ia tidak didampingi oleh orang tuanya yang utuh, sebenarnya semua itu tergantung cara mendidik anak tersebut.

Mendidik anak broken home tentu saja sedikit berbeda dengan anak yang memiliki keluarga yang masih utuh dan mendapatkan kasih saying orang tuannya. Ada beberapa cara mendidik anak broken home diantaranya adalah:

  1. Memberikan treatment khusus dan motivasi pada si anak

Banyak anak broken home yang mengalami tekanan dan kehilangan semangat. Disini peran guru sebagai orangtua kedua sangat dibutuhkan. Dengan cara mengajak anak tersebut untuk berbicara biarkan ia meluapkan keluh kesah dan beban yang dialami.

Setelah itu baru kita berikan motivasi agar ia tidak larut dalam masalah keluarga. Berikan gambaran seorang anak korban broken home yang sukses meski tidak didampingi keluarganya yang utuh dan harmonis.

  1. Berikan Pemahaman bahwa masih banyak orang yang lebih susah darinya diluar sana

Ketika kita tertimpa musibah, disitulah kita merasa bahwa kita seakan-akan adalah orang yang paling susah dimuka bumi. Padahal masih banyak orang yang lebih susah dari kita.

Ajak ia melihat kenyataan diluar sana.  Mungkin dengan cara mengajak si anak pergi ke jalanan supaya ia melihat bahwa diluar sana masih banyak anak yang tidak sekolah, ia bekerja untuk mencukupi kebutuhannya.

Dan supaya si anak merasa bersyukur dengan apa yang dialami, meskipun orangtuanya sudah tidak utuh lagi namun setidaknya masih memiliki kesempatan untuk bersekolah.

  1. Mendidik dengan penuh ketulusan

Dengan ketulusan anak akan merasakan kasih saying serta perhatian yang selama ini tidak ia dapatkan.

  1. Mendidik dengan menjadi teman berbagi

Dengan menjadi teman berbagi untuknya, kita mudah mengetahui keluh kesahnya serta kita dapat memberikan saran serta solusi untuknya. Yang terpenting si anak tidak lagi menahan beban sendirian karena ada teman yang dapat ia percaya sebagai tempat berkeluh.

Tips untuk orang tua ialah kejujuran pada si anak, jelaskan bahwa mereka sebagai orang tua tidak lagi bersama dengan alas an yang dapat diterima si anak. Jangan libatkan anak pada urusan mereka, usahakan tidak bertengkar didepan anak, kemudian orang tua harus menurunkan ego untuk tetap bias mendampingi anak meski tidak lagi tinggal serumah.

Kedua orang tua harus memiliki komitmen yang sama yaitu tetap memprioritaskan anak dan memberi kasih sayang serta kasih sayang kepada anaknya. Dengan cara memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak maka si anak akan merasakan bahwa kedua orang tuannya masih sayang dengannya, dan ia tidak terlalu merasa bahwa dia adalah anak broken home.

 

Ditulis oleh :

Sofia Eka P

sofiaekap@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.