Golput Rugikan Diri Sendiri dan Negara

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Brebes, Jawa Tengah Muamar Riza Pahlevi mengingatkan Pelajar NU Brebes agar tidak menjadi golongan putih atau Golput.

Sikap golput menurutnya bukan sikap seorang kesatria namun sifat pecundang yang hanya akan merugikan diri sendiri dan negara.

“Pemilu serentak ini tidak ada alasan untuk tidak memilih, jadi jangan Golput,” tegasnya saat mengisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu Serentak, di gedung NU jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Jumat (2/3/2019) malam.

Dalam sosialisasi yang mengambil tajuk Ngobrol Pelajar Anti Golput, Riza mengungkapkan banyak kemudahan yang telah diberikan penyelenggara pemilu kepada pemilih.

Di antaranya yang sedang sakit, pindah tempat tinggal, maupun sedang bekerja, bisa tetap memilih.

Riza mengingatkan pelajar NU jangan sampai tidak peduli pada politik. Untuk itu, pelajar NU harus terlibat aktif dalam penyelenggaraan Pemilu. Dalam artian harus pro aktif sebagai aktivis politik kebangsaan maupun politik praktis.

“Buta yang sangat berbahaya, yakni buta politik,” tandas Riza.

Sementara Ketua PC NU Brebes, HM Aqsho mewanti wanti agar pelajar NU dan seluruh warga NU jangan sampai Golput.

‘Sebab, kalau Golput pada Pemilu dikhawatirkan yang terpilih adalah orang orang yang tidak baik,” kata Aqso.

“Sebagai Nahdliyin wajib hukumnya melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik, yang amanah demi tetap tegaknya NKRI,” tambahnya menehaskan.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Mutia Syaadah selaku ketua panitia penyelenggara menjelaskan, sosialisasi Pemilu merupakan rangkaian kegiatan hari lahir (Harlah) IPNU ke-65 dan IPPNU ke-64.

Diharapkan, pelajar NU jadi relawan yang bisa getok tular (menyebarkan), menyosialisasikan pemilu serentak kepada teman-teman pelajar maupun Nahdliyin.

“Pelajar NU memiliki sumbangsih membantu menyosialisasikan Pemilu Serentak 2019,” ujar Tiya.

Baca Juga  Pasangan Sudirman Said Menang di Kabupaten Brebes Bedasarkan Hasil Formulir C1 KPU

Pemateri lain, Anggota PPK Wanasari Bayu Rohmawan menjelaskan, partisipasi Nahdliyin bisa dengan cara datang langsung diberbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 6.081 TPS se-Kabupaten Brebes.

Ditargetkan partisipasi pemilih yang terlibat sebesar 77,5 persen. Kenaikan partisipasi masyarakat bisa terukur ketika peran serta pelajar NU yang aktif di TPS dengan memilih yang terbaik.

“Jadilah pemilih yang cerdas, pemilih yang berdaulat sesuai dengan hati nurani maka negara akan kuat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.