Kasus Ijazah Palsu Pelawak Qomar

Komedian Nurul Qomar akhirnya buka-bukaan soal kasus ijazah palsu yang menjeratnya setelah dilaporkan oleh Muhadi Setiabudi, pemilik yayasan Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Jawa Tengah.
Senin (1/7/2019) Qomar menyebut jutru Muhadi adalah pihak yang meminta pelawak Empat Sekawan itu menjadi rektor tanpa melalui sidang senat dan uji kelayakan.

Mengenai tuduhan ijazah palsu, Qomar menyebut dirinya sempat ingin menjadi Guru Besar dan sempat mengikuti jenjang studi pendidikan dasar hingga Strata 3 di Universitas Negeri Jakarta.

“2011 ketika saya masih di DPR RI Senayan, 2011 saya lulus program S2 Magister Manajemen di Universitas Krisna Dwipayana. Kemudian di 2013 saya masih di DPR daftar di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta S3, doktoral. Mahasiswa aktif, nomer registrasi mahasiswanya masih aktif, di Kemenristek Dikti dan UNJ di Jakarta,” kata Qomar di Bekasi, Minggu 30 Juni 2019.
Berjalan dua semester kuliah S3, Qomar mendapat tawaran menjadi guru besar. Namun, hal itu terhalang lantaran pendidikan Qomar adalah S2 Magister Manajemen, sehingga ia menempuh bidang pendidikan dasar di UNJ, menjalani kuliah S2 dan S3 sekaligus.

Qomar juga menyebut pendidikannya S3-nya sudah lulus termasuk sudah seminar proposal dan penelitian dan sudah memiliki disertasi. Begitu juga dengan S2-nya di Pendas UNJ, dikatakan Qomar saat itu tinggal menyusun thesis dan uji kelayakan.

Namun, di waktu yang sama saat Qomar tengah mengajar kuliah di Cirebon, ia mendapat tawaran mengisi posisi Rektor kampus swasta Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes.

“Saya ditelepon oleh sesama dosen yang ngajar di Cirebon. Katanya “Pak Qomar ada kesempatan jadi rektor”. Namun, saya merasa belum selesai doktornya, lalu dia bilang “udah ke sana aja, ketemu dulu, karena di Universitas UMUS membutuhkan figur rektor yang kebetulan kosong,” kata Qomar menjelaskan.

Baca Juga  Perampokan Di Kantor Dinas Kesehatan Brebes

“Saya diminta, bukan melamar. Saya dipinang,” ujar Qomar menambahkan.

Akhirnya, kasus ijazah palsu menjeratnya. Bahkan Qomar sempat ditahan di Polres Brebes.

Dia lalu dipulangkan setelah asmanya kambuh. Qomar kini hanya menjalani hukuman wajib lapor untuk kasusnya.

Meski dapat penangguhan, pihak Kejari Brebes lewat Jaksa Pidana Umum (Jampidum) Bahtiar SH mwnyebutkan, kasusnya akan terus berjalan hingga ke pengadilan.

“Kasus yang menimpa komedian Qomar akan secepatnya masuk sidang,” ujar Bahtiar saat konfrensi pers, Senin (24/6/2019) lalu usai penerimaan berkas P21 dari Polres Brebes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.