Korban Terseret Arus Kali Pemali Asal Kedungbokor Akhirnya Ditemukan

Hilang selama dua hari di Kali Pemali Brebes sejak 9 Februari 2020 siang, Munif (11) putra Warkim Bin Warsan (39), warga Dukuh Anggamaya RT. 03 RW. 06, Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jasadnya akhirnya ditemukan.

Hal ini dibenarkan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, Selasa pagi (11/2/2020).

Dijelaskannya bahwa, Almarhum ditemukan mengapung di permukaan air sungai pada pukul 01.00 WIB oleh Sertu Abdul Mukmin, anggota Unit Intel Kodim Brebes beserta lima orang tetangga korban tenggelam.

“Sertu Abdul Mukmin mengajak lima orang warga setempat untuk melakukan pencarian di Kali Pemali pada waktu itu juga,” ucapnya.

Jasad yang pertama kali dilihat oleh sersan mengapung di permukaan air, dalam kondisi utuh memakai celana pendek warna hijau.

Selanjutnya langsung dirangkulnya, diangkat dengan dibantu kelima warga dan selanjutnya dibawa ke rumah Kades, sekaligus melapor bahwa korban sudah ditemukan. Akhirnya korban diserahkan kepada keluarganya di rumah duka.

Sementara dari penuturan Sertu Abdul Mukmin sendiri, sebelum melakukan pencarian terhadap tetangga samping rumahnya itu, sekaligus kawan main putranya Andika Adi Putra (10), dirinya sempat meminta garam dapur kepada ayah Almarhum sebagai syarat untuk menggelar ritual doa di sungai tersebut.

“Saya bersama kelima warga berdoa sesaat di pinggir Kali Pemali. Tidak lama kemudian atas izin Allah SWT, jenazah mengapung di pusaran air di permukaan,” jelas Sersan Satu Abdul singkat.

Untuk pemakaman akan dilaksanakan hari ini juga, namun sebelumnya menunggu Tim forensik Polres Brebes.

Seperti diberitakan, 3 bocah warga Desa Kedungbokor Larangan Minggu pagi mwmancing di sungai Pemali tak jauh dari rumahnya.

Namun karena ingin renang, ke tiganya berenang, yang selanjutnya korban terseret air sungai Pemali dan dinyatakan hilang.

Baca Juga  Meriahnya Tur Teman Korea(TeKo) Nang Jawa di Cirebon

Namun kini jasad korban sudah ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.