Kronologi Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Brebes

RadarBrebes – Video yang menunjukan seorang anak menggunakan seragam SMP sedang ditampar dan digotong beramai- ramai viral di media sosial. Dalam video itu, terdengar perbincangan menggunakan Bahasa Sunda.

Setelah ditelusuri, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, melalui Plt Kapolsek Bantarkawung, Iptu Hasari, menuturkan peristiwa di video tersebut terjadi pada Senin (5/3/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Saat itu, korban pencurian menginterogasi tersangka yang merupakan pelajar SMP. Korban mendatangi rumah tersangka dan bertemu orang tuanya,” kata Hasari, Sabtu (10/3/2018).

Ia menjelaskan, kasus pencurian terjadi pada Jumat (2/3/2018) diperkirakan sekitar pukul 11.40- 13.00 WIB, tersangka dengan inisial SD (14) pelajar kelas IX SMP negeri di Bantarkawung warga Bantarkawung telah mencuri uang korban sebanyak Rp 17 juta.

Korban yang merupakan tetangga tersangka bernama Zein Handoko (54) yang bekerja sebagai guru.

“Setelah pulang salat Jumat, korban kehilangan uang sebesar Rp 17 juta dari tas warna hitam miliknya yang ditaruh di atas meja ruang tamu rumahnya,” terangnya.

Tidak lama, setelah kejadian itu, tersangka membeli barang- barang baru termasuk ponsel dan kamera.

Karena berasal dari keluarga tidak mampu, tetangga rumah mencurigai asal uang yang digunakan untuk membeli barang- barang tersebut.

Dari kecuriaan itu, korban mendatangi rumah tersangka. Serta menemui orang tuanya.

“Saat menginterogasi anak tersebut, warga yang merupakan tetangga juga menyaksikannya. Pada awalnya, tersangka tidak mengaku, tapi setelah didesak asal uang untuk bisa beli barang- barang, baru tersangka mengaku telah mengambil uang sebanyak Rp 17 juta,” terangnya.

Menurutnya, selain untuk membeli barang baru, uang tersebut juga digunakan untuk bersenang- senang bersama teman- teman komunitas punk di Purwokerto. Diduga untuk berpesta miras dan bersenang- senang.

Baca Juga  Sidang Perdana Mantan Rektor UMUS Yang Juga Pelawak Qomar

Saat mengetahui perbuatan anaknya itu, orang tua bereaksi dengan menampar anaknya itu. Begitu juga dengan sang ibu yang mulai mencaci dan hendak melukai anaknya itu yang dinilai telah memalukan nama keluarga dan membuat kecewa.

“Untuk menghindari amarah dari orangtua, warga membawa tersangka ke rumah Ketua RT. Namun, saat hendak dibawa, tiba- tiba, tersangka meronta- ronta dan teriak histeris. Karena itu, warga menggotong ramai- ramai sampai rumah ketua RT,” jelas Hasari.

Setelah itu baru Ketua RT setempat meminta warga yang berkumpul untuk membubarkan diri.

Ketika ditanya proses hukum, Hasari menyatakan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Orangtua tersangka siap membayarnya dengan cara menyicil hingga batas waktu yang ditentukan yakni akhir Juni 2018.

Terkait video yang viral baru- baru ini, plt kapolsek sangat menyayangkan hal tersebut. Apalagi, video yang tersebar sudah dipotong- potong dan terkesan anak SMP yang juga tersangka itu dipersekusi dan dihakimi warga.

“Atas tersebarnya video yang viral itu, korban dan orang tua tersangka menyayangkan tindakan warga yang tidak bertanggung jawab menyebar proses interogasi kepada tersangka ke media sosial,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.