Penganiaya Adik Kelas Mahasiswa di UPB Akhirnya Divonis 5 Bulan Penjara

RadarBrebes – Ketiga penganiaya adik kelasnya di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) akhirnya dijatuhi masing-masing 5 bulan penjara.

Dalam amar putusanya, Pengadilan Brebes menyatakan ketiganya yakni Haidar, (23), Arfan, (21) dan Abdurrahman, (22) telah melanggar pasal KUHP pasal 170 ayat 2 ke 1 soal penganiayaan.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang yang menghendaki merek 7 bulan penjara.

Keputusan ketiganya dibacakan hakim ketua sidang Sri Sulastati SH dengan didampingi hakim anggota yakni Galuh Rahmaesti SH dan Nani Pratiwi SH.

Sementara pengacara para terdakwa Tobidin, SH menyatakan dengan putusan tersebut, para mahasiswa yang berperkara, yakni menerimanya.

Kronologi kasus

Diberitakan sebelumnya, penganiayaan ini terjadi pada 11 Desember 2017, atau sebulan yang lalu. Pemicunya adalah sebuah pesan Whatsapp yang dikirim korban ke salah seorang anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) di kampus tersebut pada 7 Desember 2017.

Isi pesannya yaitu mengkritik dan mempertanyakan para aktivis lingkungan di Mahapala itu, yang tak ada gerakan protes soal proyek panas bumi di lereng Gunung Slamet.

“Isi pesannya memang lumayan pedas,” kata kuasa hukum korban, Aan Adi Anto Selasa lalu.

Empat hari kemudian setelah pesan WA itu dikirim, korban dipanggil oleh para pelaku di markas Mahapala. Sejatinya para pelaku hanya ingin mengklarifikasi pesan WA itu.

Tapi entah apa yang terjadi pertemuan itu berujung penganiayaan hingga korban mengalami luka parah, di kepala serta mengalami panggul tangan yang putus hingga harus di rawat RS Orthopedi Purwokwrto.

Baca Juga  Wanita Penipu Dengan Metode Hipnotis Dibekuk di Brebes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.