Pengaruh Gawai terhadap Perkembangan Anak

Gawai adalah salah satu perkembangan teknologi yang digunakan secara merata pada semua kalangan usia termasuk anak-anak berusia dibawah umur . Penggunaan gawai pada anak kecil menyebabkan anak kurang tertarik untuk berinteraksi dengan lingkungannya atau bermain dengan teman sebaya sehingga manggangu proses perkembangan secara alami tetapi bnyak orang tua yang menggunakan gawai sebagai sarana atau alat permainan dalam mengasuh anak.

Penggunaan gawai secara terus menerus melebihi batas yang direkomendasikan para ahli yaitu 1 jam per hari untuk anak usia 2-5 tahun dapat menyebabkan kecanduan bagi anak. Kecanduan gawai bagi anak dapat menyebabkan anak cenderung malas untuk beraktivitas dan tidak peka terhadap lingkungannya sehingga dapat mempengaruhi tingkat agresifitas anak, pola perilaku, serta psikososial anak. Interkasi dan komunikasi dengan lingkungan merupakan salah satu cara yang dapat menstimulasi perkembangan bicara bahasa serta perkembangan sosialisasi kemandirian anak. Komunikasi dapat membantu anak dalam menambah jumlah kosa kata. Anak yang aktif berinteraksi akan belajar untuk menirukan hal-hal di sekitarnya dan melatih anak untuk memiliki rasa percaya diri. Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi baik secara lisan, tulisan, maupun tanda yang didasarkan pada sebuah sistem simbol-simbol. Bahasa terdiri atas kata-kata yang digunakan dalam kehidupan sehari hari. Penelitian yang dilakukan oleh Chaterine Birken seorang dokter anak mengemukakan adanya hubungan antara penggunaan gawai dengan kemampuan bicara anak,bahwa setiap tambahan 30 menit waktu yang digunakan untuk bermain gawai dapat meningkatkan resiko telambat bicara.

Anak memiliki intensitas penggunaan gawai tinggi hal tersebut disebabkan karena penggunaan gawai yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai  gangguan perkembangan  diantaranya gangguan bicara-bahasa,gangguan emosi,dan gangguan kognitif. Dengan begitu jika anak tidak mengepresikan perasaan mereka lewat kata-kata mereka akan cenderung menggunakan gerakan tubuhnya atau menarik perhatian dari orang disekitarnya kadang mengucapkannya dengan keras atau lantang agar dapat perhatian dari orang yang dituju,dengan kata lain anak-anak akan terlihat tidak mampu mengonbtrol emosi. Selain itu, keterlambatan bicara bisa mempengaruhi akademis anak misalnya anak jadi sulit untuk membaca dan menulis dikarnakan pada saat anak membuka gadget anak cenderung melihat gambarnya, apabila orang tua tidak memberikan stimulus untuk berkomunikasi dengan anak dan penggunaan gadget tanpa didampingi oleh orang tua maka kemungkinan besar anak akan mengalami keterlambatan bicara. Maka dari itu orang tua harus sering mengajak interaksi langsung dengan anak, selalu melakukan pengawasan dan membatasi waktu bermain gawai pada anak agar anak tidak memiliki rasa kecanduan pada gawai.

Baca Juga  Mari saling mengenal dan saling menasihati tanpa menilai dan menghakimi

Dampak langsung yang berakibat pada gangguan sosialisasi-kemandirian dan bicara-bahasa disebabkan karena anak jarang berinteraksi dengan lingkungan. Dampak lainnya yang disebabkan olrh gadget adalah obesitas karena  anak memilih sekedar duduk dan berbaring untuk menghabiskan waktunya untuk bermain gawai,secara langsung hal tersebut mempengaruhi perkembangan gerak kasar anak. Terlebih apabila terjadi pada masa ketika anak mulai berlatih berjalan . Tidak hanya gerak kasar, penggunaan gawai juga dapat menghambat perkembangan gerak halus.  Gambar yang terdapat pada gawai ditampilkan dengan ukuran yang sama sehingga menganggu perkembangan kognitif anak. Anak tidak mampu membedakan ukuran benda pada bentuk yang sesunguhnya pada kenyataanya, kurang tidur karena anak menggunakan gadget tanpa pengawasan orang tua kurang tidur akan berdampak pada otak sehingga berdampak buruk pada nilai sekolah mereka karena otak berkembang sangat baik ketika tidur , dan anak butuh tidur yang cukup agar otaknya bisa berfungsi dengan baik

Terlepas dari dampak negatife, gawai juga memiliki beberapa dampak positif yang dapat mendukung perkembangan anak. Salah satu kelebihan yang dimiliki gawai yaitu dapat memberikan rangsangan audiovisual pada pelihatan dan penderangan anak. Peran aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam membatasi  pengunaan gawai oleh anak dan mendampingi anak ketika bermain gawai. Orang tua diharapkan tidak hanya mendampingi tetapi mengajak  anak untuk berinteraksi serta memilahkan aplikasi yang edukatif. Dengan demikian dampak negatife dari penggunaan gawai dapat diminimalisir dan dampak positif yang dapat mendukung proses perkembangan dapat diperoleh,diantaranya dapat menunjang pengetahuan anak dan dapat mengembangkan kreativitas anak. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak dalam bermain gadget dan harus dibatasi penggunaanya, oleh karena itu orang tua harus kreatif dalam mengatasi anak yang kecanduan gadget dengan cara memperkenalkan permainan tradisional dan mengajak untuk bermain diluar dengan teman sebayanya, memperkenalkan kegiatan yang positif sehingga anak bisa terkontrol dalam bermain gadget. Memberikan gadget pada anak memang jalan termudah untuk membuatnya diam, sehingga kita tidak perlu repot menjaganya namun gadet juga memiliki sisi negatife pada anak tentu orang tua tidak mau tumbuh kembangnya terganggu karena paparan teknologi yang berlebihan. Mari bijaklah menggunakan teknologi dan biarkan anak berkembang dengan baik tanpa hambatan.

Baca Juga  Peran Pendidikan Dalam Lingkup Pemuda Ideal

 

Ditulis oleh :

Arda Uliy Amrin

ardauliy1@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.