Perjuangan Warga Brebes Cari Air dengan Gali Dasar Sungai

Sejak memasuki musim kemarau, sejumlah desa di Kecamatan Larangan, Brebes, mulai kekurangan air bersih. Sumur-sumur warga mengering sehingga mereka harus mencari sumber air alternatif untuk keperluan sehari-hari.

Salah satu lokasi yang diserbu warga mencari sumber air adalah Sungai Rambatan. Meski permukaan sungai Rambatan sudah tidak ada air, namun tetap menjadi incaran warga dalam mengais air di dasar sungai.

Setiap hari warga sekitar sungai mendatangi sungai untuk mendapatkan sedikit air untuk sekedar minum dan memasak.

Salah satunya adalah warga Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes. Warga ini sudah mengalami kesulitan air bersih sejak dua bulan lalu. Warga terpaksa mengambil air dengan membuat sumur di dasar sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kirman (51) warga Desa Pamulihan mengaku sumur di rumahnya sudah tidak mengeluarkan air sejak dua bulan lalu. Dia bersama warga lain terpaksa membuat sumur kecil di dasar sungai untuk menampung air.

“Sudah tidak air sejak dua bulan lalu. Makanya terpaksa ambil air dari dasar sungai. Kami membuat sumur kecil agar airnya terkumpul dan bisa diambil,” kata Kirman Selasa (6/8/2019) siang.

Kirman menyadari, air dari sumur dasar sungai itu tidaklah jernih. Melainkan masih bercampur dengan kerikil dan lumpur sehingga agak keruh. Namun demikian, dirinya bersama warga lain tetap mengambil air tersebut.

“Airnya buat keperluan sehari-hari. Mandi minum dan memasak. Kalau untuk minum, harus diendapkan semalam biar agak jernih lagi,” sambung Kirman.

Untuk memenuhi kebutuhan harian, Kirman bersama warga lain harus mendapatkan minimal 10 jeriken. Air sungai ini kemudian ditampung di bak penampungan terlebih dulu sebelum dipakai.

Sunarto (48) yang juga warga Desa Pamulihan mengatakan mencari air sungai hanya untuk mandi dan cuci. Untuk minum, Sunarto mengaku membeli air galon karena kualitas air lebih bagus dan layak minum.

Baca Juga  Prediksi Puncak Kepadatan Libur Panjang Paskah di Titik Pertemuan Tol Brebes dengan Arteri Pantura

“Untuk air minum beli galon karena lebih jernih. Tapi kalau tidak ada uang ya pakai air sungai ini,” tutur Sunarto.

Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Nushy Mansyur saat dikonfirmasi mengatakan, selain Kecamatan Larangan ada 11 kecamatan lain yang mengalami hal serupa. Untuk membantu warga terdampak kemarau, sejak awal Juli pihaknya sudah menyalurkan bantuan air sebanyak 297 ribu liter. Saat ini, BPBD bekerjasama dengan PMI Brebes membawa 1 sampai 2 tangki air tiap harinya.

“Kalau ada desa yang membutuhkan air silakan kirim permintaan ke BPBD. Nanti akan segera ditindaklanjuti,” tandas Nuhsy.

Dari 17 kecamatan di Kabupaten Brebes, ada 12 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Jumlah desa yang terdampak kemarau mencapai 41 desa dangan jumlah jiwa 45.892.

Kecamatan tersebut masing masing Tanjung, Bulakamba, Brebes, Kersana, Bantarkawung, Bumiayu, Sirampog, Tonjong, Losari, Larangan, Ketanggungan dan Banjarharjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.