Petambak Udang Vaname di Brebes Alami Keuntungan Besar Karena Panen Disaat Dolar Naik

Menguatnya dolar terhadap rupiah yang menyentuh angka Rp 14 ribu lebih membawa angin segar bagi para petani udang vaname.

Petani tambak udang vaname di Pantura Brebes, yang mulai panen pun, menyambut gembira dengan melemahnya rupiah dan menguatnya dolar itu.

Hal tersebut seperti yang dialami salah satu pembudidaya vaname, asal Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari, Haji Supandi.

“Karena dolar sedang naik, jadi keuntungannya lumayan besar,” ucapnya saat ditemui di lahan tambak udang vaname nya di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes Selasa (31/7/2018).

“Panen kali ini termasuk bagus. Tidak ada masalah, tidak terserang penyakit. Tingkat kehidupan udangnya juga tinggi,” ujarnya.

Ia menuturkan setelah dipanen, udang vaname akan dijual ke suplier di Indramayu Jawa Barat.

Dari Indramayu selanjutnya dipasok ke pabrikan di Tangerang, yang kemudian udang tersebut akan di ekspor ke luar negeri.

“Ekspor yang banyak ke Amerika atau ke Jepang,” bebernya,

Menurut Supandi, dampak dari menguatnya dolar terhadap rupiah jadi ada kenaikan harga.

“Rata-rata setiap kilogramnya saya jual Rp 80 ribu untuk ukuran dari sebelumnya Rp 74 ribu perkilogram,” jelasnya lagi.

Supandi menyebut, dengan modal Rp 600 juta untuk satu hektare (Ha) kolam tambak, bisa mendapat uang dari penjualan udang mencapai Rp 1,2 milyar.

Meski begitu, dia menjelaskan, berbudi daya udang vaname tidak mudah. Selain permodalannya juga besar, risiko gagal panennya juga tinggi.

“Kalau udang- udangnya terserang penyakit, petani tambak juga bisa mengalami kerugian yang banyak,” tandasnya.

Baca Juga  Pemkab Brebes Jual Murah Ribuan Sembako Saat Hari Lahir Pancasila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.