Remaja Gantung Diri Di Wanasari Brebes

RadarBrebes – Seorang remaja berama Muhlis, 15, warga Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jasadnya ditemukan ayahnya sepulang dari sawah, Sabtu, 24 Februari 2018.

Kapolsek Wanasari, AKP Wagito, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan penuturan orang tuanya kepada penyidik, siswa Muhlis yang masih duduk di bangku sekolah sempat marah kepada kedua orang tuanya dan tidak sekolah beberapa hari ini.

Remaja Wanasari Gantung Diri

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Wanasari, AKP Wagito yang di dapat dari keluarga menyebutkan, korban beberapa hari terakhir ini merengek minta dibelikan sepeda motor. Tapi, karena kondisi ekonomi orang tuanya kurang mampu, permintaan korban tak kunjung terwujud.

“Korban juga beberapa hari terakhir ini enggak berangkat sekolah. Orang tuanya tak pernah berfikir anaknya akan senekat itu,” jelas dia.

Berdasarkan pengakuan sang ayah, Surono, 35, kepada penyidik, sebelum kejadian Sabtu pagi korban sempat berniat berangkat sekolah. Bahkan Surono memberi uang saku kepadanya sebelum ia dan istrinya pergi ke sawah.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Surono pulang mengambil perbekalan yang tertinggal di rumah. Namun, betapa kagetnya ia melihat Muhlis tergantung dengan leher terikat tali di pintu kamarnya.

Sontak ia berteriak minta tolong kepada warga untuk menolong anaknya. Tak berapa lama warga berdatangan, dan membawa Muhlis ke Puskesmas terdekat.

“Namun nyawanya tidak tertolong, dan hasil pemeriksaan tidak ada tanda tanda kekerasan sehingga korban dinyatakan murni melakukan bunuh diri,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, Surono mengaku ikhlas dan menerima kematian anaknya. Ia tidak menyangka Muhlis nekad mengakhiri hidupnya hanya karena belum bisa dibelikan motor.

“Saya sudah ikhlas, mungkin sudah takdir anak saya demikian,” kata Surono di depan petugas.

Baca Juga  Pemilik Akun FB Penghina Warga Bumiayu Dipolisikan

Saat ini, jenazah remaja yang duduk di bangku kelas 3 SMP ini sudah dimakamkan oleh keluarga. “Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian anaknya dan tidak akan menuntut siapapun,” pungkas dia. (APhe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.