Seorang gadis Digilir 6 Pemuda di Lapangan Sepakbola di Kalipucang Brebes

Satreskrim Polres Brebes mencongkok dua dari enam pemuda yang telah memperkosa seorang gadis berinisial ASM (21) warga Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.

Dua pelaku yang dibekuk yakni Yanto (22) dan Imam (21). Keduanya warga Desa Terlangu, Kecamatan/Kabupaten Brebes.

Sementara, empat pelaku yang masih buron yakni Dede, Khori, Imam, dan Roni.

Keenam pelaku dilaporkan telah memerkosa ASM yang merupakan pekerja swasta, di lapangan sepakbola di Desa Kalipucang, Kecamatan Jatibarang, Brebes pada Rabu (3/1/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

ASM diperkosa secara bergilir oleh enam pelaku.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, melalui Kasat Reskrim, AKP Arwansa, membenarkan telah menangkap dua pelaku yang memperkosa seorang gadis.

Ia mengatakan, saat itu, korban tengah berada di kosnya yang ada di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes.

“Korban mendapatkan pesan melalui Facebook dari seorang pelaku (Dede) yang menggunakan akun bernama Ryans Phentoels sekitar pukul 20.30 WIB. Pelaku mengajak korban jalan- jalan ke Transmart Tegal untuk membeli sepatu,” kata AKP Arwansa, Jumat (5/1/2018).

Merasa yakin akan diajak jalan- jalan, korban lantas mengiyakan untuk bertemu dengan pelaku di Alun Alun Brebes.

Alih- alih diajak jalan- jalan, pelaku malah diajak ke lapangan sepak bola yang merupakan tempat kejadian perkara.

“Di lapangan itu ternyata sudah ada lima teman lainnya yang menunggu. Dan mereka sedang pesta minum- minuman keras,” jelasnya.

Setiba di lapangan itu, seorang pelaku lain, Imam langsung menarik korban untuk dibawa ke areal lapangan yang lebih sepi.

Saat itu, korban sempat menolak. Namun, pelaku mengancamnya.

“Saat melakukan aksinya, seorang pelaku sempat mengancam korban akan dibakar jika tidak mau melayani nafsu bejatnya. Sehingga, korban pun takut,” ucap Arwansa.

Baca Juga  Resmob Polres Brebes Amankan 3 Oknum Satpam Pelaku Curas

Korban lantas dibaringkan di tanah lapang. Pelaku pertama melepaskan celana sambil menyekap mulut korban dan langsung memasukan organ vitalnya ke bagian intim gadis itu.

Hal itu dilakukan berulang kali.

Setelah selesai, gantian pelaku kedua, yakni Yanto yang mendapatkan giliran. Hingga enam pemuda menyetubuhinya secara bergantian.

Setelah nafsu bejat para pelaku tersalurkan, korban meminta kepada pelaku Dede untuk mengantarkannya pulang, namun pelaku tidak mau.

“Korban pun meminta diantarkan ke warung untuk membeli sabun kepada seorang pelaku. Sesampai di warung, korban meminta tolong kepada warga sekitar. Saat itu, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor,” terangnya.

Dari kasus itu, polisi hanya menangkap dua pelaku. Empat pelakunya sedang dilakukan pengejaran.

Akibat perbuatannya, pelaku bisa terkena ancaman kurungan penjara kurang lebih 12 tahun.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu celana dalam berwarna merah milik korban.

Sementara, seorang pelaku, Yanto telah mengakui perbuatannya. Dia mengatakan saat itu dirinya tengah pesta miras dan tidak bisa mengendalikan dirinya.

“Sedang minum tuak. Saat itu, dia (korban) tidak meronta. Iya diancam dibakar,” kata Yanto.

Ia membenarkan, seorang pelaku lain yakni Imam yang langsung menarik korban dan menyetubuhinya.

“Sing buka celana pertama Imam. Bar kuwe langsung main (Yang pertama membuka celana Imam dan langsung memperkosa),” akunya.

Sementara, pelaku lain, Imam, mengaku saat ditarik, gadis itu tidak menolak.

“Perempuannya mau. Terus kalau nolak, akan dibakar,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.