Si Gepeng Pelipur Hati Yang Kosong

Lingkungan tak ayal memberikan perubahan bagi karakter anak. Besar atau kecil pengaruhnya, namun akan berdampak pada psikologis anak. Perkembangan zaman yang makin canggih menuntut anak memegang gadget. Dengan begitu dunia serasa berada dalam genggamannya. Berbagai akses dunia maya dapat dijangkau, aplikasi dapat dengan mudah terinstall, dan anak cenderung asik dengan dunianya. Ironisnya tuntutan zaman membuat anak memaksa ayah bundanya untuk membelikan gadget agar tidak didiskriminasi. Gadget menjadikan anak terobsesi dengan dunia maya dan game serba canggihnya. Mirisnya, banyak orangtua yang tidak kontrol dalam mengawasi anaknya bermain Hp. Sehingga, banyak anak yang mudah terhipnotis karena ketidak tahuannya, ada juga orang tua yang ingin anaknya bahagia sehingga mereka menuruti semua perkataan anak tanpa adanya pemikiran terlebih dahulu. Bila si gepeng jatuh kepada tangan yang salah maka akan terjadi kefatalan dalam menggunakannya. Seperti melihat game online, film porno dll. Beberapa bahaya dalam memakai gadget yaitu membuat anak malas belajar, menunda-nunda dalam hal ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran bahkan bisa membuat mereka tidak menjalankan ibadahnya, tidur terlalu malam sehingga membuat mereka sakit karena kurangnya istirahat, kecanduan dll.

Game online mempunyai daya tarik yang membuat orang semakin penasaran, karena rasa penasaran tersebut membuat mereka ingin mencoba dan terus mencoba sehingga mereka kecanduan. Game online mengandung unsur kekerasan. Berdasarkan hasil penelitian Lowa State University Amerika Serikat, menyebutkan bahwa saat bermain game yang mengandung unsur kekerasan selama 20 menit saja, dapat “mematikan rasa” seseorang. Beberapa contoh game online yang tidak patut dilihat oleh anak yaitu Mobile Legend, Free Fire, Grend Theft Auto, Bully, Atlantica, Raising Force,dll. Dampak negatif dari game online yaitu membuat anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati, tidak bisa menghormati orangtua, serta tidak fokus dalam belajar. Karena di dalam game tersebut mengandung unsur kekerasan serta dalam berpenampilan sangat tidak patut untuk dilihat oleh kalangan anak. Dari yang mereka lihat dalam game online tersebut, mereka bisa mempraktekannya melalui teman sebaya atau orang lain. Dan bisa mengakibatkan seseorang masuk ke dalam penjara jika sudah memenuhi syarat. Jadi, pengawasan orangtua itu sangat penting bagi anak sebagai orangtua kita harus mengontrol kegiatan anak dalam kehidupan sehari-hari, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada larangan untuk bermain game online, akan tetapi ketika bermain game online kita harus bisa membagi waktu. Waktu belajar seharusnya lebih lama dari pada bermain game online. Kita juga harus menjaga kesehatan mata, karena mata adalah alat indera yang sangat penting bagi tubuh kita. Selain itu, brmain gam online dapat memengaruhi jiwa psikis anak. Sebab obat candu yang ada di dalamya memancig anak ingin teus bemain dan tidak puas dengan hasil yang ia peroleh. Tidak semua game online itu baik, akan tetapi kalau kita ingin bermain game online seharusnya pilihlah game yang baik untuk dilihat. Karena sesuatu yang kita lihat pasti bisa kita lakukan tanpa adanya kesadaran. Dan sebagai orang tua, kita harus selalu mengontrol kegiatan anak-anak karena tidak ada seseorang selain orang tuanya sendiri yang memperhatikan anaknya serta sebagai orang tua harus tahu kapan anak boleh memegang gadget.

 

Ditulis oleh :

Lu’luul Markhamah

lulumarhamah888@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.