Tetap Adanya PAUD di Indonesia

Banyak yang beranggapan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini tidak penting, namun banyak juga yang masih mengganggap bahwa paud penting. Hal itu menjadi pro dan kontra dalam masyarakat, pada dasarnya mereka hanya berpendapat saja namun tidak mengetahui hakikat dari pendidikan anak usia dini yang mereka tau adalah bahwa Pendidikan Anak Usia Dini hanya diisi dengan bermain-main yang menurutnya hal itu bisa dilakukanya sendiri oleh orang tua, mereka juga melihat dari sisi siapa yang mengajar, kadang mereka enggan memasukkan anaknya ke PAUD karena meremehkan gurunya yang hanya lulusan SMA, selain itu ada yang beranggapan bahwa jikalau anak dimasukkan ke PAUD nanti anak akan merasa jenuh ketika belajar di TK atau jenjang setelahnya, atau keengganan tersebut karena factor ekonomi.

Maka dari itu sebenarnya penghapusan PAUD bukanlah solusi dari permasalahan tersebut. Namun lebih baik segala kekurangan itu terus diperbaiki dan membuat perkembangan-perkembangan apa saja yang dibutuhkan untuk menumbuhkan karakter anak didik pada Pendidikan Anak Usia Dini, perkembangan apa saja yang bisa dilakukan misalnya :

1) melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan adanya sosialisasi masyarakat akan lebih berfikir bahwa memang karakter anak harus diolah sejak dini, sehingga anaknya akan menjadi pribadi sesuai keinginan bangsa, dan notabenya anak tersebut memanglah generasi bangsa yang diharapkan dapat mensukseskan cita-cita bangsa dan Negara.

2) menumbuhkembangkan karakter anak secara baik,hal itu bisa dilakukan dengan mendesign kelas seperti lingkungan rumahnya,atau yang lain. Dengan begitu anak akan merasa senang dan akan mampu untuk melakukan mana sih yang baik untuk dia lakukan dirumah, dirumah aku mau ngapain, karena biasanya anak kecil kalau dirumah taunya hanya pengen maen game sama nonton TV saja, sehingga orang tua dari anak tersebut merasa senang .

3) melakukan guru sesuai dengan jurusanya dalam hal ini adalah sarjana PAUD. Pastilah berbeda antara lulusan SMA  dengan lulusan Sarjana PAUD karena sarjana PAUD sudah mempelajari bagaimana caranya mengajar anak PAUD, bagaimana cara menumbuhkan karakter anak PAUD,sehingga kegiatan belajarnya menjadi lebih tertata dan mencapai kesuksesan belajar.

4) memberikan sarana dan prasarana yang lebih baik. Dengan adanya Sarana dan prasarana yang baik akan memudahkan pencapaian guru dalam mengajar sehingga apa yang diharapkan guru dari anak tersebut terpenuhi.

5) penyusunan bahan ajar yang sesuai, misalnya: siswa paud diberi pelajaran mengenai kemampuan motorik contohnya bisa dengan permainan tradisional, olahraga jasmani,dll. Dengan adanya gerakan-gerakan itu anak menjadi pribadi yang semangat,riang, gembira, dan tidak malas dalam beraktivitas, serta kecerdasanya akan terlatih dengan perlahan hal tersebut tentunya juga akan membanggakan orang tuanya.

6) memberikan bantuan subsidi berupa bantuan kepada masyarakat kurang mampu, karena factor dari keengganan orang tua memasukkan anaknya ke PAUD antara lain adalah masalah ekonomi, sehinnga jika orang tuanya tidak bisa memberikan pendidikan sejak dini akan memberatkan anaknya saat masuk ke jenjang setelahnya, otak anak tidak sering digunakan berfikir, dirumah hanya bermain dengan kakaknya sehingga jiwa bersosialisasinya kurang. Hal tersebut sebenarnya bukanlah harapan orang tua bukan.

Dengan bagitu masyarakat tidak akan mempermasalahkan tentang pendidikan PAUD. Mereka akan lebih memnghargai adanya pendidikan anak usia dini dan mengganggap bahwa pendidikan anak usia dini itu penting.

 

Ditulis oleh :

Farkhatul Afwa

farkhaalafwa@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.