Wanita Penipu Dengan Metode Hipnotis Dibekuk di Brebes

Akhirnya Wanita Penipu Dengan Metode Hipnotis Dibekuk di Brebes. Seorang remaja berusia 15 tahun membekuk wanita yang pernah menipu dan membawa kabur motornya. Remaja berinisial N itu menghubungi kakak, guru dan beberapa rekannya ketika memergoki pelaku bernama Rina Apriyani (27) di Taman Juang Brebes kemarin petang.

“Salah satu siswa MTS itu pernah ditipu dan masih mengenalnya. Pas dia lihat pelaku di Taman Juang, dia menghubungi kakak dan gurunya. Secara beramai-ramai, Rina didatangi dan diinterogasi tapi berbelit belit, tidak mengaku. Dia akhirnya dibawa ke sekolahan di kompleks Islamic Center. Saya dapat laporan itu langsung meluncur dan mengamankan pelaku dan dibawa ke Mapolsek Brebes,” kata Kapolsek Brebes, AKP Harti kepada wartawan, Minggu (20/10/2019).

Dari penangkapan ini terungkap, Rina tidak hanya sekali melakukan penipuan. Sebelumnya, Rina juga menipu dan membawa kabur sepeda motor milik driver ojek online dan merampas perhiasan dari seorang siswi SD.

Terakhir, korban berhasil memperdaya N. N kehilangan sepeda motor matic bernopol G-2241-AFG yang dibawa kabur Rina.

Awal kejadian bermula pada saat korban N pulang sekolah berboncengan dengan temanya bernama A (14), Kamis (10/10) pukul 16.00 WIB. Saat sampai di depan pintu keluar Islamic Centre, korban bertemu dengan Rina. Rina kemudian berpura-pura minta tolong kepada N dan A untuk diantar ke jalan raya.

Mereka kemudian berboncengan tiga orang menuju arah jalan raya.

Setiba di Kelurahan Limbangan Wetan, N turun. Namun pelaku minta diantarkan ke rumah temannya. Namun Rina mengaku temannya itu tak ada di rumah, dan sedang berada di gereja.

Mereka kemudian menuju gereja dimaksud dan lagi-lagi orang yang dicari tidak ada. Terakhir, mereka menuju sebuah toko roti di Jalan Akasia Barat Kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes.

Baca Juga  Seorang gadis Digilir 6 Pemuda di Lapangan Sepakbola di Kalipucang Brebes

“Setelah sampai di toko roti, korban disuruh masuk ke dalam toko untuk menemui teman pelaku. Setelah dicari tidak ketemu, korban keluar toko memberitahu ke pelaku bahwa temannya yang dicari tidak ada. Selanjutnya pelaku memberi uang sebesar Rp 5.000 dengan alasan untuk membeli roti. Saat korban masuk lagi ke dalam toko roti, pelaku kabur membawa motor korban,” ungkap Harti.

Atas kejadian ini, korban kemudian melapor ke polisi. Hingga akhirnya korban N bertemu pelaku di Taman Juang dan meringkusnya bersama kakak dan gurunya.

Dalam kasus yang berbeda pelaku mengambil perhiasan emas dari siswa sekolah dasar dengan modus disuruh oleh orang tua korban mengambil perhiasan tersebut. Korban merasa terhipnotis hingga memberikan perhiasan tersebut kepada pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.