Warga Khawatirkan Banjir Terjadi Lagi Akibat Tanggul di Kalibuntu Losari Kritis

Tanggul sepanjang 90 meter di Sungai Cisanggarung yang berada di Desa Kalibuntu Kecamatan Losari kondisinya hingga kini, masih memprihatinkan.

Tanggul yang rusak akibat jebol saat diterjang banjir awal 2018 ini, hingga kini belum mendapatkan perhtian serius dari pemerintah.

Ditemui diruangan kerjanya, Kepala Desa Kalibuntu, Kamis ( 22/11/2018) Hari, menuturkan, masyarakat setempat hingga saat ini terus melakukan perbaikan darurat di tanggul tersebut.

Pasalnya, tanggul yang sudah diperbaiki oleh alat berat beberapa waktu lalu sudah tergerus lagi oleh arus sungai tersebut.

“Kemarin sempat diperbaiki, namun kondisinya saat ini masih memprihatinkan. Sebab, sudah tergerus lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir lebih dari ratusan karung yang berisi pasir digunkan oleh masyarakat untuk membuat tanggul darurat.

Namun, dengan sudah memasuki musim penghujan warga khawatir tanggul drurat tersebut tidak kuat menahan arus Sungai Cisanggarung yang sewaktu-waktu bisa meluap.

“Yang jelas warga berharap pemerintah bisa memperbaiki tanggul ini dengan permanen. Sehingga, masyarkat tidak khawatir jebol lagi, hongga mengakibatkan banjir seperti tahun lalu,” ujarnya.

Keluhan sama juga diungkapkan Ketua Paguyuban Kades Sedulur Asih Kecamatan Losari, Untung Surodi membenarkan, bahwa hingga saat ini tanggul tersebut belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Meski sempat diperbaiki, namun tanggul darurat tersebut tidak kuat menahan arus di sungai tersebut.

Sehingga, tanggul yang jebol darurat tersebut kembali longsor.

Atas dasar itu, kata dia, pemerintah dalam hal ini khususnya Balai Besar Wilayah (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung belum ada eksen dalam penanganan tanggul darurat tersebut.

Padahal, kata dia, pemerintah pusat telah menganggarkan untuk penanganan sejumlah tanggul yang kondisinya darurat.

“Memang ada perbaikan secara darurat, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Jadi, warga mendesak pemerintah untuk segera memperbaikinya secara permanen,” pungkasnya.

Baca Juga  Pentingnya Pengawasan Ekosistem Mangrove di Wilayah Brebes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.